Jumat, 02 November 2012

Struktur Organisasi Data


Sistem Berkas

          Mekanisme penyimpanan online serta untuk akses baik data maupun program yang berada dalam sistem operasi
Berkas : kumpulan informasi berkas yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder

File : data
Þ Text file           : .doc, .text, .bin
Þ Source file       : .pas, .java, .asm
Þ Object file       : .obj
Þ Executable file : .exe, .com
Þ Batch              : .bat, .sh
Þ Library            : .lib, .dll, .a
Þ Archive            : .arc, .zip, .rar
Þ Print,gambar    : .ps, .dvi, .git

Atribut pada berkas :
  •   Nama
  •  Waktu
  •  Type
  • Ukuran (size)
  •  Proteksi

Operasi pada berkas :
  •       Membuat
  •       Menulis
  •       Menempatkan kembali
  •      Membaca
  •       Menghapus
  •       Memendekkan


Contoh klasifikasi file

1.    Master file        : tagihan telfon, transaksi bank
2.    Transaction file : perbaikan/update tentang data pribadi
3.    Report file         : transkrip nilai
4.    Work file           : temporary file
5.    Program file      : saat menginstall file
6.    Text file            : notepad
7.    Dump file          : .log untuk mencatat berbagai macam transaksi agar bisa mencek kesalahan yang ada
8.    Library file
9.    History file        : transaction file + work file
        : tidak berkurang data

Model akses file

·         Input : hanya dapat dibaca program
·         Output : hanya dapat ditulis oleh program
·         Input/output : dibaca dan ditulis oleh program

Organisasi file

·         Direct access : pengaksesan record yang langsung tanpa mengakses seluruh record
·         Sequential access : cara pengaksesan record yang didahului pengaksesan record-record didepannya

Cara memilih organisasi file

  •      Model penggunaan
  •       Model operasi file



Media penyimpanan
                   Peralatan fisik yang menyimpan representasi data
Ø  Primary memory : internal
Ø  Secondary memory : eksternal

Berkas data
  •     Volatile storage : hilang jika listrik padam
  •     Nonvolatile storage : tidak hilang jika listrik padam


Primary memory

  •     RAM        : volatile      → dapat ditulis dan dibaca
  •      ROM        : nonvolatile → hanya dapat dibaca
  •      PROM     : hanya dapat diprogram
  •      EPROM   : dapat dihapus dan diprogram ulang
  •     EEPROM : dapat dihapus secara elektik


Secondary memory
  •     SASD(serial/sequential access storage device) : magnetic type, punched card
  •     DASD(direct access storage device)                : magnetic disk, floppy disk
ssumber : catatan kulaih



QBasic


REM

            Singkatan dari remark, sebagai keterangan dari bagian program instruksi ini tidak mempengaruhi jalannya program. REM juga dapat ditulis dengan tanda aphostrophe atau tanda kutip satu (‘).
Contoh : 10 REM menghitung keliling dan luas lingkaran
                20 R = 10
                30 ‘menghitung keliling
                40 K = 3.14 * (2*R)
                50 ‘menghitung luas
                60 L = 3.14 * (R*R)
                70 ‘cetak
                80 print K : print L : END

Restore

            Nilai yang tertera pada instruksi DATA hanya dapat dibaca satu kali saja dengan instruksi READ. Agar nilai tersebut dapat dibaca kembali maka digunakan instruksi ini
Contoh :
10   DATA 70, 80, 90
20   READ nilai1, nilai2, nilai3
30   DATA “Amin”, “Irma”, “Sinta”
40   READ nama 1$, nama 2$, nama 3$
50   print nama 1$, nilai1
60   print nama 2$, nilai2
70   print nama 3$, nilai3
80   RESTORE
90   READ nama 4$, nama 5$, nama 6$
100 READ n1, n2, n3
110 print n3, nama 4$
120 END

GOTO

            Digunakan untuk menuju kenomer baris yang dituju
Contoh :
10 x = 5
20 print x
30 GoTo 60
40 print “selesai”
50 END
60 print x*2
70 GoTo 40

If-then 

            Digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan mengeksekusi satu atau lebih baris program, jika dan hanya jika kondisi terpenuhi
Contoh :
10 DATA 80, 100, 80
20 READ N1, N2, N3
30 LET A = (N1*30/100)
40 LET B = (N2*50/100)
50 LET C = (N3*20/100)
60 IF x >= 60 THEN
70 print “MAHASISWA GAGAL”
80 GoTO 30

If-then-else

            Digunakan untuk memeriksa suatu kondisi dan mengeksekusi satu atau lebih baris program. Jika kondisi terpenuhi, dan pengeksekusi satu atau lebih baris program yang lain jika kondisi terpenuhi.
Contoh :
            Input “Nilai = ”; Nilai
            If nilai >6 then st$ = “lulus” else
              St$ “gagal”
            Print “siswa tersebut : ”; st$
            END

If-then-else dengan banyak baris
Bentuk umumnya :
If syarat then
            Blok instruksi
Else if syarat then
            Blok instruksi
Else
            Blok instruksi
End

sumber : catatan kuliah

Algoritma dan Pemrograman 2C


Linear List

*      Suatu struktur yang merupakan terurut dari satuan data atau dari record
*      Elemen yang terdapat dalam daftar disebut simbol/node
*      Daftar disebut linear karena elemen nampak seperti baris, bahwa setiap simpul/ (kecuali simpul pertama dan terakhir) selalu memiliki elemen penerus langsung (suksesor) dan elemen pendahuluan langsung (predesor)
A = [a1,a2….aT]
Jika T=0, maka A
Dikatakan sebagai
“null list” (list hampa)
*      Suatu elemen dapat dihapus (delete) dari sembarang posisi pada linear list
*      Suatu elemen baru dapat dimasukkan (insertion) kedalam list dan dapat menepati sembarang posisi pada list tersebut
*      Dapat berkurang atau bertambah setiap saat
*      Contoh : file merupakan linear list yang elemen-elemennya berupa record

Stack

v  Bentuk khusus dari linier list
v  Operasi penyisipan dan penghapusan atas elemen-elemennya hanya dapat dilakukan pada satu sisi saja yaitu posisi akhir dari list, disebut puncak atau disebut sebagai “TOPS(S)”
v  Prinsip lifo (last in first out ) atau terakhir masuk pertama keluar
v  Setiap elemen tidak dapat dikeluarkan (POP) sebelum semua elemen diatasnya dikeluarkan
v  Misalnya diberikan stack S sebagai berikut
S = [s1,s2……sT] → maka Top(S) = sT
·         Untuk menunjukkan jumlah elemen suatu stack digunakan notasi NOEL(S)
Dari stack maka NOEL(S) = T
NOEL(S) menghasilkan nilai integer

Operasi pada stack
1. Create (stack)
2. Isempty (stack)
3. Push (elemen,stack)
4. POP

1.Create(S)
     Operator yang berfungsi untuk membuat sebuah stack kosong (hampa)
     Noel (create(S)) = 0 dan
     TOP (create (S)) = null/tidak terdefinisi

2. Isempty(S)
     Operator yang berfungsi untuk menentukan apakah suatu stack adalah stack kosong(hampa) atau tidak operasinya akan bernilai boolean
     Isempty(S) = true, jika S adalah stack
     Kosong atau noel(S) ≠ 0
     Catatan : isempty(create(S)) = true

3. Push(E,S)

  •          Berfungsi untuk menambahkan suatu elemen kedalam stack notasi push (e,s). Artinya : menambahkan elemen E kedalam stack S

  •          Elemen yang baru masuk ini akan menempati posisi top, jadi  top (push(E,S)) = E
  •          Akibat dari operasi ini sejumlah elemen dalam stack akan bertambah artinya NOEL(S)

Menjadi lebih besar atau stack menjadi tidak kosong (Isempty(push(E,S))= false)

4.POP(S)

§  Operator ini berfungsi untuk mengeluarkan satu elemen dari dalam stack, notasinya POP(S)
§  Elemen yang keluar dari dalam stack adalah elemen yang berada pada posisi top
§  Akibat dari operasi ini jumlah elemen stack akan berkurang atau NOEL(S) berkurang 1 dan elemen pada posisi top akan bertambah
§  Operator ini tidak dapat digunakan pada stack kosong,artinya :
  POP(create(S)) = error condition dan
  POP(push(b,s)) = s
  Catatan : TOP(push(E,S)) = E

Sumber : catatan Kuliah

Algoritma dan Pemrograman


Dasar-dasar Logika

Kalimat deklaratif (proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak keduanya.
Ø  Operasi invers           : merubah logika 1 ke 0
Ø  Operasi logika AND : operasi antara dua variabel (A,B)
Ø  Operasi logika OR    : menghasilkan logika 0 jika variabel tersebut berlogika 0 lambangnya “T”
Ø  Logika gate               : rangkaian dengan 1 atau lebih sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran

Penghubung kalimat

Seringkali beberapa kalimat perlu digabungkan menjadi kalimat yang lebih panjang, misalnya kalimat:
‘4 adalah bil.genap dan 3 adalah bil.ganjil’
Gabungan dari z buah kalimat :
‘4 adalah bil.genap’
‘3 adalah bil.ganjil’
Didalam logika dikenal 5 buah penghubung :
1.      ~     > tidak/not/negasi      > tidak…….
2.      ^     > dan/and/konjungsi   > ……dan…..
3.      v     > atau/or/disjungsi      > …….atau…
4.      →   > implikasi                 > jika…maka….
5.      ↔   > bi-implikasi             > …..bila dan hanya bila……

Dalam matematika digunakan huruf-huruf kecil seperti p,q,r,dst untuk menyatakan sub kalimat dan simbol-simbol penghubung untuk menyatakan penghubung kalimat, misalnya :
·         p menyatakan kalimat
‘4 adalah bil.genap’
·         q menyatakan kalimat
‘3 adalah bil.ganjil’
Maka kalimat :
‘4 adalah bil.genap dan 3 adalah bil.ganjil’ dapat dinyatakan dengan simbol p^q.

p          q          ~p        p^q      pvq      p→q    p↔q  
T          T          F          T          T          T          T
T          F          F          F          T          F          F
F          T          T          F          T          T          F
F          F          T          F          F          T          T

Inferensi Logika

Logika selalu berhubungan dengan pernyataan-pernyataan yang ditentukan nilai kebenarannya. Sering kali digunakan diinginkan untuk menentukan benar tidaknya kesimpulan berdasarkan sejumlah kalimat yang diketahui nilai kebenarannya.

Argumen Valid & Invalid

Argumen adalah rangkaian kalimat-kalimat. Semua kalimat-kalimat tersebut kecuali yang terakhir disebut hipotesa (asumsi/premise). Kalimat terakhir disebut kesimpulan.
Secara umum, hipotesa&kesimpulan dapat digambarkan sebagai berikut:
P1
P2
P3
……….
……….
Q
Untuk mengecek apakah suatu argumen merupakan kalimat yang valid, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
·         Tentukan hipotesa & kesimpulan kalimat
·         Buat tabel yang merupakan nilai kebenaran untuk semua hipotesa & kesimpulan
·         Carilah baris kritis, yaitu baris dimana semua hipotesa bernilai benar
·         Dalam baris kritis tersebut jika semua bernilai benar maka argumen itu valid, jika diantara baris kritis tersebut ada baris dengan nilai kesimpulan yang salah maka argumen itu valid

Sumber : catatan kuliah

Visual Basic


visual basic merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi dimana, bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia dalam mempergunakanya.
Kelebihan Visual Basic
·         Tampilannya lebih menarik
·         Kemudahan tools/user friendly
·         Pemrogramannya lebih muda
·         Familiar
Walaupun bahasa yang dapat dimengerti manusia belum tentu kita semua dapat mempergunakanya, untuk menggunakan bahasa pemrograman visual basic, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui komponen yang dipakai visual basic untuk membuat suatu program.
Berikut adalah komponen-komponen penting dan fungsinya yang ada di visual basic :
·         Poniter : untuk mengontrol

·         Picture box : untuk menampilkan gambar

·         Label : kontrol yang menampilkan text namun pemakai tidak dapat berinteraksi dengannya

·         Text box : menampilkan text yaitu mengisi atau melihat text yang ditampilkan sebagai output

·         Frame : kontrol untuk mengidentifikasikan sebuah group

·         Command button : kontrol untuk membuat sebuah tombol yang digunakan untuk mengeksekusi sebuah tindakan

·         Check box : kontrol yang memberikan perintah pilihan benar atau salah, ya atau tidak dapat memilih beberapa pilihan sekaligus dalam suatu kelompok pada saat bersamaan

·         Option button : untuk membentuk sroup pilihan hanya pilih salah satu

·         Combo box : kontrol kombinasi antara text dan list box

·         Shape : untuk membentuk bentuk objek

Modus pengerjaan proyek
1.       Modus design : untuk mendesign sebuah aplikasi > merancang tampilan form

2.      Modus run time : untuk mengambil alih program > menjalankan program

3.      Modus break : untuk mengedit > dapat dirun kembali

Dasar-dasar visual basic code
·         Windows code
Ø  Klik ganda pada project
Ø  View-code

1.       Aktifkan IDE VB > pilih standar EXE

2.      Gunakan label (label 1, label 2, label 3,dst), text (text 1, text 2, text 3, dst), serta comment (comment 1, comment 2, comment 3, dst)

3.      Buka windo code pada hitung dan selesai dengan mengklik ganda pada objek

4.      Lakukan codingan untuk menghitung luas
Private sub cmdhitung_click()
Text luas.text=val(textpanjang.text)*val(textlebar.text)
End sub

5.      Lakukan coding untuk selesai
Private sub cmdselesai_click()
End/unload me
End sub
Operator dalam visual basic
·         Aritmatika     : ^,*,-,+,/,\,mod,&
·         Rasional         : dipergunakan untuk struktur kontrol
·         Logika            : not, and, or, xor

Tipe data “VARIANT”
·         Tipe data yang mencakup semua tipe data dari angka hingga karakter
·         Sesuaikan tipe data untuk variabel dengan jangkauan

Variabel : suatu key yang digunakan untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah

Syntax untuk deklarasi variabel di VB
DIM VAR as type
Contoh :
DIM A as integer
DIM B as string
DIM A, B, C, D, E as integer
DIM nama as string * 30 : variabel pix length(panjang tetap)
DIM A(20) as integer : variabel array > menyimpan data secara homogen

 sumber : catatan kuliah